Pagelaran Wayang Krucil Dalam Tradisi Nyadran Jumat Pahing Sebagai Sarana Sosial Keagamaan Di Desa Sonoageng Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk

Published ID 186 views 81 downloads
Abstrak

Wayang Krucil merupakan seni pertunjukan wayang yang memanfaatkan wayang kayu pipih dengan tangan kulit yang mudah digerakkan oleh dalang serta budaya tradisional yang berfungsi sebagai sarana hiburan dan media dakwah. Wayang Krucil biasanya digunakan pada acara nyadran. Pertunjukan wayang yang ada dalam tradisi nyadran keberadaanya tidak hanya sebagai tontonan saja bagi masyarakat, akan tetapi juga dapat memberikan sarana sosial keagamaan bagi kehidupan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji tentang keberadaan pertunjukan Wayang Krucil dalam tradisi nyadran dan fungsi sosial keagamaan pertunjukan Wayang Krucil dalam tradisi nyadran di Desa Sonoageng. Penelitian ini menggunakan Teori Struktural Fungsional Talcott Parson. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang digambarkan sebagai suatu metode atau strategi yang dimungkinkan untuk menyimpulkan makna yang mendalam dari suatu fenomena. Subjek dalam penelitian ini adalah dalang Wayang Krucil, tokoh agama dan masyarakat. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan peneliti adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaannya Wayang Krucil tetap eksis di kalangan masyarakat desa Sonoageng. Wayang Krucil yang diadakan pada saat malam hari dalam Tradisi Nyadran berlangsung serta juga untuk menghormati leluhur desa sekaligus karena Mbah Sa’id yang membabat alas desa menyukai pertunjukan tersebut. Wayang Krucil menyesuaikan diri dengan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat yang ada di Desa Sonoageng. Seperti terkait dengan nilai-nilai moral dan cara pertunjukan yang disajikan, Wayang Krucil dapat mengikat dan menjadi ilmu atau arahan bagi masyarakat di Desa Sonoageng dalam kegiatan Nyadran. Sedangkan untuk fungsi Wayang Krucil dari segi Sosial Keagamaan dijabarkan sebagai berikut: pertama, Wayang Krucil merupakan kebudayaan tradisional yang memiliki peran serta fungsi penting dalam nyadran Sonoageng. Kedua, dalam fungsi hiburan, Para pemain Wayang Krucil bekerja untuk menghibur masyarakat, pada media dakwah adanya pesan moral yang dibawakan. Selain itu, juga mempunyai tujuan tambahan untuk mengungkapkan doktrin agama melalui lagu. Ketiga, Wayang Krucil yang dimainkan oleh dalang mampu untuk menyatukan berbagai kalangan. Keempat, Agar proses internalisasi nilai-nilai sosial keagamaan dari pagelaran Wayang Krucil dapat mengikat dan menjadikan ilmu atau arahan bagi masyarakat di Desa Sonoageng dalam kegiatan Nyadran.

Sitasi

Puspasari , Herwinda .   (2024). Pagelaran Wayang Krucil Dalam Tradisi Nyadran Jumat Pahing Sebagai Sarana Sosial Keagamaan Di Desa Sonoageng Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk. IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
Herwinda Puspasari

herwindapuspa29@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: Herwinda Puspasari
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 16
Tanggal Publikasi: 28 May 2024
Dibuat: 28 May 2024 07:35
Diupdate: 08 May 2026 22:56