Konstruksi Sosial Dalam Tradisi Sema’an Al-Qur’an Bi Al-Ghāib Oleh Alumni (Studi Living Qur’an Di Pondok Pesantren Mahyajatul Qurro’ Blitar)

Published ID 169 views 199 downloads
Abstrak

Dalam penelitian skripsi ini membahas terkait tradisi sema’an al-Qur’an oleh alumni yang berlokasi di makam Kiai Ahyad tepatnya di lingkungan Pondok Pesantren Mahyajatul Qurro’ Blitar. Adapun tujuan awal diadakannya sema’an al-Qur’an ini adalah untuk memperingati hari wafatnya istri dari pendiri pondok pesantren. Kegiatan sema’an al-Qur’an ini telah berlangsung kurang lebih 40 tahun dengan generasi yang berbeda-beda tanpa terputus dengan latar belakang belakang sosial, ekonomi dan budaya yang berbeda. Sema’an al-Qur’an ini dimulai dengan membaca tawasul yang dipimpin oleh pengasuh sampai dengan penutupan acara yaitu berdo’a bersama dan ngaji bareng serta mauiẓah hasanah. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan metode kualitatif. Dalam hal pengumpulan data, penulis menggunakan tiga tahapan yaitu wawancara kepada pihak pondok pesantren, alumni senior, dan jama’ah alumni. Data-data penelitian yang berhasil dikumpulkan kemudian dianalisis berdasarkan teknik deskriptif analisis dan menggunakan metode penelitian Living Qur’an. Analisis data yang digunakan peniliti menggunakan teori Peter L. Berger yaitu teori konstruksi sosial serta peniliti menggunakan pendekatan fenomenologi untuk menjawab fokus penelitian. Berdasarkan hasil temuan penelitian dan pembahasan yang didapat dengan menggunakan teori konstruksi sosial yaitu (1) Tradisi sema’an al-Qur’an bi al-ghāib di Pondok Pesantren Mahyajatul Qurro’ adalah sebuah bentuk menghidupkan al-Qur’an di kalangan para alumni yang dilaksanakan setiap selapan (35 hari) sekali yang berlokasi menetap di makam masyayikh Pondok Pesantren Mahyajatul Qurro’ Blitar. (2) Momen eksternalisasi dimulai dari adanya perintah dari Kiai kepada alumni hufāẓ untuk mengikuti sema’an al-Qur’an bi al-ghāib secara aktif, sehingga dari adanya perintah dari Kiai alumni hufāẓ baru akan mengadaptasikan dirinya bersama para alumni-alumni senior untuk hadir dan mengikuti seluruh rangkaian acara sema’an al-Qur’an. Momen obyektivasi ditandai dengan hadirnya para alumni ketika sema’an al-Qur’an. Pada momen ini muncul adanya kesadaran dan kebiasaan untuk selalu hadir sema’an al-Qur’an. Momen internalisasi dibuktikan dengan pemahaman mereka akan betapa pentingnya seorang hufāẓ dalam menjaga kualitas hafalan dan dengan istiqamah untuk selalu nderes, berziarah dan berdo’a di makam pendiri pondok serta meminum air sema’an agar harapan dan hajat mereka terkabulkan yaitu menjadi seorang penghafal al-Qur’an yang diridhoi dan diakui menjadi santri beliau. Dengan demikian hasil dari penelitian ini adalah meningkatkan rasa semangat alumni untuk selalu nderes, membaca dan berinteraksi dengan al-Qur’an dimanapun mereka berada serta mencari ridho guru, mempererat tali silaturahmi, dan menjaga kualitas hafalan al-Qur’an dari para alumni.

Sitasi

Rosyada , Athia .   (2024). Konstruksi Sosial Dalam Tradisi Sema’an Al-Qur’an Bi Al-Ghāib Oleh Alumni (Studi Living Qur’an Di Pondok Pesantren Mahyajatul Qurro’ Blitar). IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
Athia Rosyada

athiarosyada37@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: Athia Rosyada
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 16
Tanggal Publikasi: 28 Aug 2024
Dibuat: 28 Aug 2024 03:39
Diupdate: 08 May 2026 22:23