Akulturasi Budaya Islam Dan Jawa Dalam Upacara Celukan (Studi Terhadap Kesenian Jaranan Turonggo Wilis Saputro Di Dusun Nongkopahit Desa Joho Kecamatan Semen Kabupaten Kediri)
Abstrak
ABSTRAK MUHAMMAD KAMALUROZZAK JAUHARUDDIN. Dosen Pembimbing I) Dr. Taufik Alamin, M.Si dan Dosen Pemimbing II) Saiful Mujab, S.Th I M.A : AKULTURASI BUDAYA ISLAM DAN JAWA DALAM UPACARA CELUKAN (Studi Terhadap Kesenian Jaranan Turonggo Wilis saputro di Dusun Nongkopahit Desa Joho Kecamatan Semen Kabupaten Kediri, Sosiologi Agama, Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Kediri, 2023. Kata Kunci : Kesenian Jaranan, Upacara Celukan dan Akulturasi budaya Islam dan Jawa Penelitian ini didasarkan pada kesenian Tradisional yang berupa tarian yakni kesenian Jaranan, hingga saat ini masih terjaga kelestariannya ditengah masyarakat yang mayoritas beragama Islam serta mampu mempertahankan kesenian Jawa. Yang mana dalam sejarahnya dilahirkan oleh seorang walisongo sebagai bentuk cara berdakwah di masyarakat, sedangkan untuk lahirnya jaranan tersebut di masyarakat diprakarsai oleh bapak Mustaji yang bertujuan untuk menguri-nguri budaya jawa. Pada Kesenian Jaranan Turonggo Wilis Saputro mempunyai upacara Celukan dalam proses pemanggilan roh leluhur, yang mana dalam prakteknya sebelum dan saat melakukan upacara Celukan menggunakan proses-proses Islami. Hal ini mampu mengalkulturasikan bersama-sama tanpa harus menghilangkan salah satu prosesi. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penenlitian yang dipilih adalah Dusun Nongkopahit Desa Joho Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. Sumber data diperoleh peneliti dari sumber primer yang dilakukan dengan wawancara langsung dengan pemain kesenian Jaranan Turonggo Wilis Saputro. Kemudian sumber sekunder diperoleh peneliti melalui website atau buku. Metode pengumpulan data yang digunakan peneliti melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, peneliti menganalisis data menggunakan teknis analisis Miles dan Huberman dengan urutan reduksi data (mengumpulkan data), display data (penyajian data) dan penarikan kesimpulan, sedangkan konsep yang digunakan adalah konsep akulturasi Dr. Koentjaraningrat. Hasil penelitian yang diperoleh kesimpulan bahwa kesenian Jaranan Turonggo Wilis Saputro memiliki Ucapara Celukan yang dalam prakteknya dapat mengalkulturasikan kedua budaya yakni antara budaya Islam dan Budaya Jawa. Pada prakteknya semua pemain yang terlibat dihimbau untuk berpuasa sebelum dan saat pementasan, selain itu menggunakan kata Assalamu’alaikum dengan bahasa arab saat meminta izin di lokasi pementasan sehingga hal ini identik mengenai budaya Islam, serta menggunakan Amburampen seperti menyalakan dupa, arang dan kembang Telon yang mana sebagai bagian dari budaya Jawa dan hal ini mampu dijalankan secara bersama-sama.
Sitasi
MUHAMMAD , KAMALURROZZAK JAUHARUDDIN . (2024). Akulturasi Budaya Islam Dan Jawa Dalam Upacara Celukan (Studi Terhadap Kesenian Jaranan Turonggo Wilis Saputro Di Dusun Nongkopahit Desa Joho Kecamatan Semen Kabupaten Kediri). IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
KAMALURROZZAK JAUHARUDDIN MUHAMMAD
muhammadkemal1998@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | KAMALURROZZAK JAUHARUDDIN MUHAMMAD |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 22 |
| Tanggal Publikasi: | 21 Jun 2024 |
| Dibuat: | 21 Jun 2024 03:17 |
| Diupdate: | 08 May 2026 22:49 |