Pandangan Istri Terhadap Suami Yang Bekerja Serabutan Dalam Memenuhi Nafkah Keluarga Perspektif Sosiologi Hukum Di Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri

Published ID 139 views 178 downloads
Abstrak

DAMAYANTI, FEPTIA. Dosen Pembimbing Dr. Hj. Nurul Hanani, M.HI dan Moh. Badrus Solichin, MA.. “Pandangan Istri Terhadap Suami Yang Bekerja Serabutan Dalam Memenuhi Nafkah Keluarga Perspektif Sosiologi Hukum” Di Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Skripsi, Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, IAIN Kediri, 2024. Kata Kunci: Pandangan Istri, Pekerjaan Serabutan, Nafkah Keluarga, Sosiologi Hukum Dilihat dari realitanya dalam kehidupan rumah tangga masih banyak suami belum bisa memenuhi semua kebutuhan dalam rumah tangga di kelurahan Bangsal, di samping itu mereka juga memiliki krisis akhlak. Dari beberapa pasangan ini dalam memenuhi nafkah untuk kehidupan sehari-hari dengan melakukan pekerjaan serabutan. Suami yang jarang memberikan nafkah ke istri dan anaknya, sehingga untuk mencukupi kebutuhan istri dan anaknya mereka para istri memilih ikut bekerja sendiri agar bisa memenuhi kehidupan sehari-hari. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris (Field Research). Pendekatan yang di gunakan peneliti dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi hukum. Responden yang di gunakan adalah lima istri dari Kelurahan Bangsal yang bekerja serabutan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang di gunakan pada penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa menurut pendapat istri yang suaminya bekerja serabutan, responden mengatakan dalam pemenuhan nafkah bukan merupakan kewajiban suami melainkan kebutuhan yang harus di penuhi. Di karenakan suami yang sering melalaikan tanggung jawabnya sebagai kepala rumah tangga, apalagi suami juga mempunyai krisis akhlak. Rendahnya tingkat pendidikan, pengalaman kerja yang minim, keterbatasan lapangan kerja yang membuat suami bekerja serabutan serta faktor kelompok yang negatif dapat mempengaruhi suami mempunyai sifat krisis akhlak. Namun dengan segala upaya yang dilakukan oleh istri dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di keluarga, mereka setuju jika istri ikut bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Para istri ini sebenarnya bukan merupakan tulang punggung keluarga karena masih ada suaminya yang bekerja serabutan. Dalam tinjauan sosiologi hukum terhadap pandangan istri yang suaminya bekerja serabutan memiliki kurangnya kesadaran hukum dan minimnya pendidikan agama yang membuat suami memiliki sifat krisis akhlak.

Sitasi

DAMAYANTI , FEPTIA .   (2024). Pandangan Istri Terhadap Suami Yang Bekerja Serabutan Dalam Memenuhi Nafkah Keluarga Perspektif Sosiologi Hukum Di Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri. IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
FEPTIA DAMAYANTI

feptia03@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: FEPTIA DAMAYANTI
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 16
Tanggal Publikasi: 02 Jul 2024
Dibuat: 02 Jul 2024 02:35
Diupdate: 08 May 2026 22:48