Peran Guru PAI Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Kelas VII Program Tahfidz Dan Reguler Di Mts Negeri 6 Nganjuk
Abstrak
Kata kunci : Kesulitan Belajar, Peran Guru, Program Tahfidz, Program Reguler Kesulitan belajar adalah kondisi dimana siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya. Dalam proses belajar guru juga memegang peranan pentingnya, yakni sebagai fasilitator, oleh karenanya guru dalam menghadapi kesulitan belajar siswa nya diperlukan adanya analisis agar menemukan solusi yang tepat untuk memecahkan permasalahan kesulitan belajar. Di MTs N 6 Nganjuk terdapat pembagian kelas yakni kelas dengan program tahfidz, dan kelas program reguler, dengan adanya perbedaan program kelas tersebut, peneliti tertarik melakukan penelitian terkait kesulitan belajar mereka. Fokus penelitian ini adalah : Untuk mendeskripsikan kesulitan belajar yang dialami siswa kelas VII program tahfidz dan reguler, Memahami proses analisis yang dilakukan guru PAI dalam merumuskan kesulitan belajar siswa kelas VII program tahfidz dan reguler, serta Menjelaskan peran guru PAI dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas VII program tahfidz dan reguler. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Dengan diperoleh data dari guru PAI kelas VII. Kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data dengan menggunakan metode berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan uji keabsahan data penelitian ini menggunakan uji kredibilitas berupa peningkatan ketekunan dan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah : 1) Kesulitan Belajar Siswa Kelas VII Program Tahfidz: Prokrastinasi akademik, Gangguan perilaku, Kesulitan konsentrasi, Kesulitan mengatur waktu. Sedangkan pada Program Reguler, terjasi kesulitan belajar yang sama, yang membedakan di kelas reguler tidak mengalami kesulitan mengatur waktu. 2) Proses Analisis Guru PAI pada Siswa Tahfidz: Observasi kelas, pemeriksaan penglihatan dan pendengaran, wawancara dengan orang tua. Sedangkan pada siswa reguler guru melakukan hal yang sama, yang membedakan pada komunikasi dengan wali kelas untuk tindakan mewawancarai orang tua. 3) Peran Guru PAI dalam Mengatasi Kesulitan belajar pada program tahfidz: Pendekatan pribadi, pemberian motivasi yang diharapkan ada perubahan sikap. Sedangkan pada program Reguler, guru melakukan Perlakuan khusus, penggunaan LKPD, dan merekomendasikan kelas BTQ untuk siswa yang kesulitan membaca Al-Qur’an.
Sitasi
Istiantoro , Nur Afifah Rahma . (2024). Peran Guru PAI Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Kelas VII Program Tahfidz Dan Reguler Di Mts Negeri 6 Nganjuk. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Nur Afifah Rahma Istiantoro
nurafifah.ri@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Nur Afifah Rahma Istiantoro |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 18 |
| Tanggal Publikasi: | 01 Jul 2024 |
| Dibuat: | 01 Jul 2024 07:31 |
| Diupdate: | 08 May 2026 22:47 |