Tinjauan Sosiologi Hukum Islam Terhadap Permainan Klebetan Burung Merpati (Studi Kasus Di Desa Sumbercangkring Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri)
Abstrak
MARTAN, DHONA Dosen Pembimbing SHEILA FAKHRIA, M.H dan MUHAMMAD HABIB ADI PUTRA, M.H. Tinjauan Sosiologi Hukum Islam Terhadap Permainan Klebetan Burung Merpati (Studi Kasus di Desa Sumbercangkring Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri), Skripsi, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, IAIN Kediri, 2024. Kata Kunci: Klebetan Burung Merpati, Sosiologi Hukum Islam Permainan klebetan burung merpati adalah suatu permainan tradisional yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sumbercangkring Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri untuk dimanfaatkan sebagai salah satu bentuk kegiatan yang menggunakan sarana hewan burung merpati guna mengadu kecepatan dan ketangkasannya untuk mencapai garis finish yang telah ditentukan. Namun, dalam pelaksanaannya pemain dan penonton telah melibatkan taruhan sehingga menimbulkan adanya unsur perjudian dimana dalam hukum Islam perilaku tersebut jelas dilarang dan tidak diperbolehkan. Hal tersebut juga memberikan dampak yang signifikan terhadap lingkungan masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik permainan klebetan burung merpati yang ditinjau dari sosiologi hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis, yaitu dengan memperoleh sumber data dari pemain dan penonton klebetan burung merpati, tokoh agama, tokoh masyarakat, masyarakat sekitar dan petani di Desa Sumbercangkring, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data dengan metode berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa (1) pelaksanaan permainan klebetan burung merpati yang dilakukan di Desa Sumbercangkring Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri yaitu terdapat adanya unsur perjudian dimana pemain dan penonton melakukan taruhan berupa uang dengan harapan memperoleh keuntungan yang lebih besar dari hasil taruhan tadi. Hal ini telah menjadi suatu tradisi dan kebiasaan yang dilakukan masyarakat guna mencari pemasukan uang, agar permainan terlihat lebih seru dan mempererat tali silahturahmi antara sesama masyarakat maupun komunitas pecinta burung merpati. (2) Jika ditinjau dari analisis sosiologi hukum Islam masyarakat yang masih melakukan perjudian dalam praktik permainan klebetan burung merpati di Desa Sumbercangkring Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri tergolong sebagai masyarakat yang tidak patuh terhadap suatu hukum karena dianggap telah melanggar norma agama Islam. Hal ini disebabkan karena adanya faktor budaya, sosial dan ekonomi, sehingga dengan banyaknya faktor-faktor pendorong tersebut dapat mempengaruhi kepatuhan masyarakat terhadap suatu hukum. Pelaksanaan permainan klebetan burung merpati yang dilakukan di area persawahan telah memberikan dampak signifikan terhadap pihak petani dimana sawah yang baru ditanami diinjak-injak oleh mereka yang bermain klebetan burung merpati, sehingga dianggap merugikan dan dapat mengganggu lingkungan pertanian.
Sitasi
Martan , Dhona . (2024). Tinjauan Sosiologi Hukum Islam Terhadap Permainan Klebetan Burung Merpati (Studi Kasus Di Desa Sumbercangkring Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri). IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Dhona Martan
donac803@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Dhona Martan |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 19 |
| Tanggal Publikasi: | 04 Jul 2024 |
| Dibuat: | 04 Jul 2024 03:15 |
| Diupdate: | 08 May 2026 22:47 |