Pengurangan Harga Padi Secara Sepihak Oleh Penebas Dalam Jual Beli Secara Tebasan Perspektif ‘Urf (Studi Kasus Di Desa Datengan Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri)
Abstrak
TUTUT EKA PUSPITASARI, Dosen Pembimbing I Ibu Dr. Hj. Siti Nurhayati, SHI, M.Hum. dan Dosen Pembimbing II Ibu Faridatul Fitriyah, M.Sy. PENGURANGAN HARGA PADI SECARA SEPIHAK OLEH PENEBAS DALAM JUAL BELI SECARA TEBASAN PERSPEKTIF ‘URF (Studi Kasus di Desa Datengan Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri), IAIN Kediri, 2024. Kata kunci: Jual beli, Tebasan, ‘Urf Jual beli tebasan adalah membeli suatu barang dalam jumlah besar tanpa memilah antara yang memiliki kualitas baik dan kualitas yang kurang baik. Dalam praktiknya jual beli padi sistem tebasan di Desa Datengan Kabupaten Kediri menggunakan penetapan harga yang mana pemborong membeli padi sebelum masa panen sehingga penetapan harga tersebut tidak sesuai dengan syarat barang yang diserahkan pada waktu akad. Pada saat panen, pemborong dan petani sudah melakukan akad dengan memberikan harga sesuai dengan kesepakatan, namun pada waktu panen padi ada kualitas yang tidak baik maka dari pihak pemborong melakukan pengurangan harga padi tanpa ada kesepakatan dari petani karena kualitas padi akan mengurangi harga kesepakatan diawal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui praktik pengurangan padi oleh penebas secara sepihak dalam jual beli secara tebasan dan menganalisisnya dalam perspektif urf. Adapun jenis penelitian yang dilakukan penulis merupakan penelitian yuridis empiris. Dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan wawancara, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan analisis induktif adalah proses berfikir dari fakta-fakta empiris yang didapat dilapangan yang kemudian dianalisis, ditafsirkan, dan berakhir dengan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada mulanya penebas melakukan survey dan membeli padi yang belum siap panen menggunakan harga yang telah disepakati bersama petani. Untuk mengikat keseriusan transaksi tersebut penebas memberikan uang panjer pada petani. Namun ketika padi sudah siap panen, ada masa dimana tiba-tiba harga jual padi di pasaran mengalami penurunan, seketika itu penebas mengurangi harga belinya pada petani secara sepihak. Alasan penebas melakukan itu adalah karena tidak ingin rugi terlalu banyak. Dalam perspektif ’urf, pengurangan harga padi secara sepihak oleh penebas tergolong dalam ‘urf fasid karena kegiatan jual beli tersebut dilarang dalam Islam, tidak terjadi kesepakatan sehingga merugikan pihak lain (petani). Sedangkan dalam aturan Islam sangat menekankan adanya kesepakatan antara penjual dan pembeli. Sah tidaknya suatu transaksi berdasarkan pada akad yang disepakati, baik itu akad biasa maupun bersyarat (khiyar).
Sitasi
PUSPITASARI , TUTUT EKA . (2024). Pengurangan Harga Padi Secara Sepihak Oleh Penebas Dalam Jual Beli Secara Tebasan Perspektif ‘Urf (Studi Kasus Di Desa Datengan Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri). IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
TUTUT EKA PUSPITASARI
marc3022@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | TUTUT EKA PUSPITASARI |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 19 |
| Tanggal Publikasi: | 12 Jul 2024 |
| Dibuat: | 12 Jul 2024 03:02 |
| Diupdate: | 08 May 2026 22:45 |