Moderasi Beragama dalam Film Jejak Langkah Dua Ulama serta Relevansinya dengan Pendidikan Karakter menurut Ki Hadjar Dewantara
Abstrak
Penelitian ini mengkaji pesan moderasi beragama dan penerapannya dalam pendidikan karakter seperti yang disampaikan Ki Hadjar Dewantara dalam film Jejak Langkah Dua Ulama. Moderasi beragama sangat penting untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama dan sangat didukung dalam upaya mengajarkan pendidikan karakter melalui karya film. Landasan penelitian ini adalah adanya kesulitan dalam konteks masyarakat yang bervariasi yang harus disikapi dengan sikap atau tindakan mediasi agar konflik dapat diselesaikan. Moderasi beragama ada sebagai jalan tengah dalam banyak hal di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cita-cita moderasi beragama dalam film Jejak Langkah Dua Ulama dan Mengkaji pentingnya moderasi beragama terhadap pendidikan karakter seperti yang digambarkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam film Jejak Langkah Dua Ulama. Penelitian ini menggunakan teknik tinjauan pustaka, yaitu menyajikan temuan-temuan pemeriksaan peneliti terhadap suatu masalah atau topik kajian tertentu, analisis teks atau buku, atau analisis pandangan subjek kajian. Strategi pengumpulan data penelitian ini adalah dengan menyimak dan mencatat. Data dalam penelitian ini bersumber dari film Jejak Langkah Dua Ulama, berupa adegan atau tingkah laku tokoh, penggunaan bahasa, komunikasi antar tokoh, dan wacana yang menunjukkan nilai esensial dari fokus penelitian yang beredar sepanjang film. Data tersebut kemudian dievaluasi dalam bentuk argumentasi teoritis untuk mengetahui bagaimana film tersebut menyampaikan pesan atau nilai moderasi beragama dan pentingnya pendidikan karakter seperti yang diungkapkan oleh Ki Hadjar Dewantara. Pendekatan analisis data yang digunakan adalah penelitian kepustakaan atau literatur. Penelitian ini menemukan tingkat moderasi yang berbeda-beda dalam film Jejak Langkah Dua Ulama. Nilai-nilai tersebut antara lain tawassuth (tengah), tawazun (seimbang), itidal (konstan, tegas, dan adil), tasamuh (toleran), ishlah (reformasi), tahadhdhur (beradab), aulawiyah (mengutamakan prioritas), musawah (egaliter), tathawwur wa ibtikar (dinamis dan inovatif), dan syura. Ki Hadjar Dewantara mengidentifikasi 5 karakter pendidikan: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Nilai moderasi beragama tawassuth menjadi nilai yang mendominasi dalam film Jejak Langkah Dua Ulama, yang terelevansi dengan pendidikan karakter nasionalis.
Sitasi
Ilma , Fika Mazeda . (2024). Moderasi Beragama dalam Film Jejak Langkah Dua Ulama serta Relevansinya dengan Pendidikan Karakter menurut Ki Hadjar Dewantara. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Fika Mazeda Ilma
fikamazeda65@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Fika Mazeda Ilma |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 15 |
| Tanggal Publikasi: | 01 Aug 2024 |
| Dibuat: | 01 Aug 2024 04:37 |
| Diupdate: | 08 May 2026 22:41 |