Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Menengah Pertama Dalam Menyelesaikan Soal Open-Ended Berdasarkan Self Regulated Learning
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah menengah pertama dalam menyelesaikan soal open-ended berdasarkan self regulated learning. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik perolehan data penelitian ini adalah dengan tes, wawancara, dan angket self regulated learning. Lokasi penelitian ini dilakukan di MTsN 4 Kabupaten Kediri. Subjek penelitian pada siswa kelas VIII-B dan VIII-C sebanyak 55 siswa. Teknik pengumpulan data terdiri dari pemberian tes kemampuan berpikir kritis, wawancara, dan angket untuk mengukur self regulated learning. Instrumen pengumpulan data terdiri dari lembar tes kemampuan berpikir kritis tipe open-ended, pedoman wawancara, dan lembar angket self regulated learning. Penelitian ini menggunkan analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Prosedur pengambilan data dimulai dari pemberian angket self regulated learning. Setelah pemberian angket dilakukan tes kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan soal open-ended. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Siswa dengan tingkat self regulated learning tinggi dalam menyelesaikan soal open-ended materi sistem persamaan linier dua variabel mampu memenuhi semua indikator kemampuan berpikir kritis dalam penelitian ini. Indikator yang dipenuhi yaitu interpretasi, analysis, evaluation, inference, explanation, dan self regulated. Siswa berkemampuan berpikir kritis tinggi juga memenuhi indikator self regulated learning tinggi seperti tidak bergantung kepada orang lain, memiliki sikap percaya diri, berperilaku disiplin, rasa tanggung jawab, dan melakukan kontrol diri. (2) Siswa dengan tingkat self regulated learning sedang dalam menyelesaikan soal open-ended materi sistem persamaan linier dua variabel mampu memenuhi 5 indikator kemampuan berpikir kritis dalam penelitian ini. Indikator berpikir kritis yang dipenuhi yaitu interpretasi, analysis, evaluation, explanation, dan self regulated. Siswa berkemampuan berpikir kritis sedang juga memenuhi indikator sikap self regulated learning seperti tidak bergantung kepada orang lain, berperilaku disiplin, rasa tanggung jawab, dan melakukan control diri. (3) Siswa dengan tingkat self regulated learning rendah dalam menyelesaikan soal open-ended materi sistem persamaan linier dua variabel mampu memenuhi 4 indikator kemampuan berpikir kritis. Indikator berpikir kritis yang dipenuhi yaitu interpretasi, analysis, evaluation, dan explanation. Siswa berkemampuan berpikir kritis rendah juga memenuhi indikator self regulated learning seperti sikap percaya diri, berperilaku disiplin, dan memilki rasa tanggung jawab.
Sitasi
Agustin , Kharisma . (2024). Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Menengah Pertama Dalam Menyelesaikan Soal Open-Ended Berdasarkan Self Regulated Learning. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Kharisma Agustin
rismajoe465@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Kharisma Agustin |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 17 |
| Tanggal Publikasi: | 04 Sep 2024 |
| Dibuat: | 04 Sep 2024 02:24 |
| Diupdate: | 08 May 2026 22:21 |