Analisis Penentuan Harga Pokok Produksi Menggunakan Metode Full Costing Untuk Menentukan Selling Price Pada Produk Susu Kedelai (Studi Pada UMKM Shosun Kabupaten Kediri)

Published ID 81 views 126 downloads
Abstrak

RISA RAHMAH, Dosen Pembimbing Dr. Hj. NANING FATMAWATIE, MM. dan ISYROHIL MUYASSAROH, MSA., Analisis Penentuan Harga Pokok Produksi menggunakan Metode Full Costing untuk Menentukan Selling Price pada Produk Susu Kedelai (Studi pada UMKM Shosun Kabupaten Kediri), Skripsi, Program Studi Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Kediri, 2024. Kata kunci : Harga Pokok Produksi, Selling Price, Full Costing Harga pokok produksi adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk mengubah bahan baku menjadi barang jadi. Metode full costing ialah metode untuk menentukan harga pokok produk yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi, yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, serta biaya overhead pabrik yang bersifat tetap dan variabel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan penentuan harga pokok produksi yang dilakukan oleh UMKM Shosun dengan metode full costing. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh langsung dari pihak perusahaan berupa informasi biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan serta data sekunder yang diperoleh dari buku, jurnal, internet atau media lain yang mendukung penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penentuan harga pokok produksi dan harga jual dengan metode full costing memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan penentuan harga pokok produksi yang dilakukan oleh perusahaan. Menurut perhitungan metode full costing harga pokok produksi untuk 150.000 bungkus susu kedelai adalah sebesar Rp 100.728.666,665 atau Rp 671,524 per bungkus dengan harga jual untuk 1 bungkus susu kedelai adalah Rp 1.070,409, sedangkan dengan metode yang dilakukan perusahaan harga pokok produksi untuk 150.000 bungkus susu kedelai adalah Rp 75.300.000,- atau Rp 502,- per bungkus dengan harga jual produk adalah Rp 800,- untuk setiap bungkus susu kedelai. Terdapat selisih perhitungan harga pokok produksi sebesar Rp 25.428.666,665 atau selisih Rp 169,524 dalam setiap bungkus yang disebabkan perbedaan penentuan harga pokok produksi antara metode perusahaan dengan metode full costing yaitu pada pembebanan biaya. Selain itu terdapat selisih penentuan harga jual sebesar Rp 270,409 yang disebabkan karena dalam menentukan harga jual perusahaan masih melakukan cara yang sederhana. Laba bersih yang dihasilkan dengan metode full costing adalah Rp 46.032.683,335 dalam satu bulan atau Rp 1.534.422,778 dalam satu hari, sedangkan laba bersih dengan metode perusahaan adalah Rp 5.471.333,335 per bulan atau Rp 182.377,778 per hari. Terdapat selisih laba antara metode perusahaan dengan metode full costing sebesar Rp 40.561.350,- per bulan atau Rp 1.352.045,- per hari.

Sitasi

Rahmah , Risa .   (2024). Analisis Penentuan Harga Pokok Produksi Menggunakan Metode Full Costing Untuk Menentukan Selling Price Pada Produk Susu Kedelai (Studi Pada UMKM Shosun Kabupaten Kediri). IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
Risa Rahmah

risarahmahrisa29@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: Risa Rahmah
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 19
Tanggal Publikasi: 27 Aug 2024
Dibuat: 27 Aug 2024 03:10
Diupdate: 08 May 2026 22:24