Pembacaan Surah Ṣād [38]: 54 Setelah Salat Dhuha (Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Simo Lamongan)

Published ID 73 views 54 downloads
Abstrak

Mu’minah, Amatul. Dosen Pembimbing (1) Dr. M. Mu’tashim Billah, M. A. dan (2) Dr. H. Masrul Anam, M. A. Pembacaan Surah Ṣād [38]: 54 Setelah Salat Dhuha (Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Simo Lamongan). Skripsi, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Kediri. 2024. Kata Kunci: Living Qur’an, Pembacaan Surah Ṣād [38]: 54, Praktik pembacaan surah Ṣād [38]: 54 merupakan salah satu bentuk fenomena Living Qur’an yang akrab dipraktikkan di Pondok Pesantren Putri Matholi’ul Anwar. Kegiatan ini menarik karena biasanya yang dibaca selepas salat dhuha adalah surah al-Wāqi’ah, surah al-Fatḥ, surah al-Mā’idah, dan lain-lain. Adapun keunikan dari kegiatan ini terletak pada praktik pembacaan surah surah Ṣād [38]: 54 yang dilakukan setelah salat dhuha dan dibaca sebanyak sebelas kali. Amalan ini merupakan ijazah dari pembimbing haji pengasuh pondok, yang kemudian mulai diamalkan oleh pengasuh kepada para santri sejak beliau datang dari tanah suci makkah. Adapun amalan ini dilakukan setiap hari setelah salat dhuha yang dipimpin langsung oleh imam salat. Dalam penelitian ini terdapat dua fokus kajian, yaitu (1) Bagaimana prosesi pembacaan surah Ṣād [38]: 54 setelah salat dhuha di Pondok Pesantren Putri Matholi’ul Anwar Simo Lamongan? (2) Bagaimana pemaknaan dari pembacaan surah Ṣād [38]: 54 setelah salat dhuha di Pondok Pesantren Putri Matholi’ul Anwar Simo Lamongan? Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Living Qur’an. Adapun cara perolehan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: (1) Dari segi penerapannya, terdapat beberapa rangkaian kegiatan, yakni setelah selesai ngaos pagi, para santri mengambil wudhu, menata ṣaf salat, melakukan pujian Bi Asmāikal Ḥusnā, salat dhuha, membaca rangkaian wirid seperti istighfar sebanyak tujuh kali, shalawat sebanyak tujuh kali, serta membaca surah Ṣād [38]: 54 sebanyak sebelas kali, dan terakhir ditutup dengan do’a setelah dhuha. (2) Dari segi pemaknaannya, pembacaan surah Ṣād [38]: 54 terealisasikan dalam teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim yang terbagi menjadi tiga makna, yaitu: a) Makna objektif, kegiatan ini dipandang sebagai suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh para santri karena merupakan peraturan yang sudah ditetapkan pesantren dan juga sebagai bagian dari amalan ijazah dari pengasuh. b) makna ekspresif, kegiatan ini dimaknai sebagai sarana untuk melancarkan rezeki, dapat memberi ketenangan hati, memperoleh pahala, diberi kemudahan dalam memahami pelajaran, sebagai wasilah terkabulnya do’a, melatih keistiqomahan, dan memudahkan segala urusan. c) makna dokumenter, kegiatan ini merupakan sebuah kebiasaan yang menjadi rutinitas sehingga kegiatan ini sudah terbiasa untuk dilakukan baik ketika masih di pondok maupun di tempat yang lain.

Sitasi

Muminah , Amatul .   (2024). Pembacaan Surah Ṣād [38]: 54 Setelah Salat Dhuha (Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Simo Lamongan). IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
Amatul Muminah

amatul1510@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: Amatul Muminah
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 22
Tanggal Publikasi: 27 Aug 2024
Dibuat: 27 Aug 2024 01:22
Diupdate: 08 May 2026 22:25