Adat Larangan Menikah Dengan Sepupu Warga Kelutan Trenggalek Dalam Perspektif Sosiologi Hukum Islam (Studi Kasus Kelurahan Kelutan Kec. Trenggalek Kab. Trenggalek)
Abstrak
Adat larangan menikahi sepupu merupakan kebiasaan yang diturunkan sejak zaman nenek moyang terdahulu dan masih dilaksanakan hingga sekarang. Masyarakat percaya bahwa yang melanggar akan mengalami akibat buruk seperti kesulitan dalam segi ekonomi, keluarga yang tidak harmonis. Tradisi larangan menikahi sepupu tidak dipercaya oleh keluarga pesantren. Dalam hal pernikahan, mereka tetap mempedomani tuntunan dalam agama Islam. Menurutnya, sebagai keluarga pesantren harus tetap menjaga nasab. Sosiologi Hukum Islam menganalisis perbedaan pendapat tentang tradisi larangan pernikahan antar sepupu. Analisis pertama tentang masyarakat yang melakukan tradisi tersebut, bahwa hukum Islam belum berpengaruh terhadap perilaku sebagian masyarakat. Masyarakat masih memegang teguh adat. Analisis kedua tentang masyarakat yang melanggar tradisi tersebut, bahwa masyarakat yang melanggar tradisi melakukan berdasarkan hukum Islam. Jadi, tradisi tersebut bukan sebuah ketentuan yang harus ditaati, masyarakat boleh mengikuti tradisi tersebut dan boleh tidak mengikuti tradisi tersebut
Sitasi
Baihaqi , Muhammad Rizal . (2024). Adat Larangan Menikah Dengan Sepupu Warga Kelutan Trenggalek Dalam Perspektif Sosiologi Hukum Islam (Studi Kasus Kelurahan Kelutan Kec. Trenggalek Kab. Trenggalek). IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Muhammad Rizal Baihaqi
baihaqirizal.98@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Muhammad Rizal Baihaqi |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 18 |
| Tanggal Publikasi: | 27 Aug 2024 |
| Dibuat: | 27 Aug 2024 07:19 |
| Diupdate: | 08 May 2026 22:22 |