Kepuasan Pernikahan Pada Istri Yang Menikah Melalui Perjodohan Di Desa Badas, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri

Published ID 191 views 170 downloads
Abstrak

Putri Mei Wulandari, 2024, Kepuasan Pernikahan pada Istri yang Menikah melalui Perjodohan di Desa Badas, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Skripsi, Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Kediri. Pembimbing (1) Tatik Imadatus Sa’adati, M. Psi, Psikolog (2) Saidah, M. Pd. I. Kata kunci : kepuasan pernikahan, istri, perjodohan Kepuasan pernikahan adalah gambaran, kondisi mental, dan penilaian sejauh mana seseorang menilai hubungan pernikahannya baik menyenangkan atau tidak. Stigma yang dialami oleh istri yang menikah melalui perjodohan dapat berupa apakah mereka dapat mewujudkan pernikahan yang mereka inginkan atau bahkan cenderung tertekan karena menikah melalui perjodohan. Tatanan masyarakat yang masih menerapkan praktik perjodohan yaitu berada di Desa Badas, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepuasan pernikahan dan fungsi pernikahan pada istri yang menikah melalui perjodohan di Desa Badas. Penelitian ini dilakukan kepada lima orang subjek yaitu wanita yang menikah melalui perjodohan dengan kriteria pada masa dewasa awal yaitu usia 18-40 tahun, dengan usia pernikahan di bawah 10 tahun. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan jenis dari penelitian ini yaitu fenomenologis. Lokasi penelitian berada di Desa Badas, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Data diperoleh melalui wawancara dengan lima orang subjek yaitu istri yang menikah melalui perjodohan, serta observasi dan dokumentasi yang dilakukan peneliti pada saat melakukan wawancara dengan subjek. Analisis data dalam penelitian ini melalui beberapa tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi kepuasan pernikahan pada istri yang menikah melalui perjodohan, yaitu faktor masa lalu dan faktor masa kini. Pada faktor masa lalu, faktor yang dominan dari kelima subjek yaitu kebahagiaan pernikahan orang tua, pendidikan kedisiplinan dan pendidikan seks yang memadai dari orang tua. Sedangkan faktor yang tidak terpenuhi oleh kelima subjek yaitu waktu perkenalan yang cukup memadai sebelum menikah. Sedangkan pada faktor masa kini, faktor yang dominan diantaranya saling percaya satu sama lain, tidak ada pasangan yang mendominasi, komunikasi yang bebas dan terbuka, dan saling menikmati hubungan seks. Sedangkan pada fungsi pernikahan dari kelima subjek ada empat subjek yang dapat memenuhi semua fungsi pernikahan, tetapi ada satu subjek yang tidak dapat terpenuhi yaitu pada subjek S pada indikator menimbulkan kasih sayang antar generasi dan memberikan kepuasan dalam kehidupan keluarga.

Sitasi

WULANDARI , PUTRI MEI .   (2024). Kepuasan Pernikahan Pada Istri Yang Menikah Melalui Perjodohan Di Desa Badas, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
PUTRI MEI WULANDARI

putriimeii10@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: PUTRI MEI WULANDARI
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 19
Tanggal Publikasi: 05 Sep 2024
Dibuat: 05 Sep 2024 04:42
Diupdate: 08 May 2026 22:20