Analisis financial distress untuk memprediksi potensi kebangkrutan menggunakan Altman Z-Score pada perusahaan BUMN tahun 2020-2022

Published ID 200 views 100 downloads
Abstrak

Tahun 2020 hingga 2022 terjadi pandemi covid-19 yang menyebabkan perekonomian Indonesia melemah. Hal ini juga memengaruhi kinerja keuangan BUMN, dimana 90% BUMN terdampak pandemi covid-19. Akibatnya, beberapa BUMN terancam mengalami financial distress. Perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan (financial distress) merupakan tanda awal dari kebangkrutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis prediksi kebangkrutan BUMN yang terkena financial distress selama tahun 2020-2022. Alat untuk memprediksi kebangkrutan yaitu Altman Z-Score modifikasi, yaitu Z’-Score untuk perusahaan manufaktur dan Z’’-Score untuk perusahaan non-manufaktur. Sumber data berupa data sekunder, yaitu laporan keuangan perusahaan selama tahun 2020-2022. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan sampel. Teknik analisis data dalam penelitian ini ialah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2020-2022, semua BUMN yang menjadi sampel penelitian berada pada kategori berpotensi bangkrut. Nilai Z’-Score rerata perusahaan manufaktur yang meliputi PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Barata Indonesia (Persero), Perum Perumnas, dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) masing-masing sebesar 0,1860; 0,4762; -1,1339; 0,1712; dan -1405. Selanjutnya, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) sebagai satu-satunya BUMN non-manufaktur dalam sampel penelitian ini memiliki nilai Z’’-Score sebesar 0,3053. Hasil penelitian menyatakan bahwa 5 perusahaan BUMN yang menjadi sampel penelitian berpotensi bangkrut karena Z‘<1,23, sedangkan perusahaan nonmanufaktur dinyatakan berpotensi bangkrut jika Z‘‘<1,1. Pada tahun 2023, tidak satupun BUMN tersebut mengalami kebangkrutan. Tetapi beberapa BUMN masih mengalami kondisi buruk, seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan kenaikan rugi bersih tahun berjalan, tingkat kesehatan keuangan yang buruk, dan terjadi korupsi. PT Barata Indonesia (Persero) masih menghadapi gugatan dari kreditur karena dinilai tidak menepati janji membayar kewajibannya. PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) berhasil diselamatkan dari status pailit karena memperoleh kepercayaan dari para krediturnya. Sementara itu, PT Aviasi Pariwisata Indonesia, PT Hutama Karya (Persero), dan Perum Perumnas menunjukkan perbaikan pada kinerja keuangannya.

Kata Kunci
Daftar Author

Belum ada author yang ditambahkan.

Informasi Jurnal
Author Utama:
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 16
Tanggal Publikasi: 05 Sep 2024
Dibuat: 05 Sep 2024 06:12
Diupdate: 08 May 2026 22:19