Studi Living Qur’ān Konstruksi Sosial Dalam Kegiatan Sholat Tasbih Di Pondok Pesantren Al-Amien Ngasinan Kota Kediri
Abstrak
MUTHOHHAROH, 2024. Studi Living Qur’ān Konstruksi Sosial Dalam Kegiatan Sholat Tasbih Di Pondok Pesantren Al-Amien Ngasinan Kota Kediri, Skripsi, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Kediri. Pembimbing (1) Zainal Muttaqin, MA. (2) Yuliana Desi Rahmawati, M.Ag. Kata Kunci: Kegiatan Sholat sunnah tasbih Berjamaah, Living Qur’ ān, Konstruksi Sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckman Kegiatan sholat sunnah tasbih berjamaah merupakan salah satu bentuk fenomena, Living Qur’ān yang ada di Pondok Pesantren al-Amien. kegiatan ini diwajibkan bagi para santri di setiap malam jumat pertama di awal bulan dan bisa dinamakan sebagai bagian dari menghidupkan ayat al-Qur’an tentang sholat tasbih. Penelitian ini mempunyai dua fokus penelitian, yaitu (1) Bagaimana Pelaksanaan Sholat sunnah tasbih Berjamaah pada Malam Jumat Pertama Awal Bulan Di Pondok Pesantren Al-Amien Ngasinan Kota Kediri? 2) Bagaimana Pemaknaan Ayat yang Menjadi Dasar kegiatan dan Dampak Santri Terhadap Pelaksanaan Sholat sunnah tasbih Berjamaah pada Malam Jumat Pertama Awal Bulan Di Pondok Pesantren Al-Amien Ngasinan Kota Kediri? Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckman dan menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Metode pengumpulan datanya yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Serta dalam menganalisisnya dengan reduksi data, penyajian data (Data Display), dan penarikan kesimpulan (Conclusions Verying). Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) sholat sunnah tasbih berjamaah santri Pondok Pesantren al-Amien Ngasinan Kota Kediri dilaksanakan sebanyak 4 rakaat dua salam dan dilanjutkan doa sholat tasbih. kemudian setelah pelaksanaan shalat terdapat pembacaan istighosah dan tahlil dan diakhiri dengan sholawat al- I’tiraf Abu Nawas. Yang tujuannya untuk membiasakan santri untuk melaksanakan sholat sunnah tasbih 2) Pada kegiatan ini yang menjadi landasan ayat al-Qur’an yaitu ada tiga surat tentang bertasbih yaitu QS. Al-Hadid ayat 1, QS. An-Nashr ayat 3, dan QS. al-Hijr ayat 98. Dari penafsiran dalam kitab tafsir al-Azhar, tafsir al- Qurthubi, dan tafsir al-Misbah menjelaskan bahwa bertasbih dalam ayat-ayat tersebut bermakna menjauh, mengungkapkan rasa syukur, mengakui kesucian Allah, kemuliaan ilahi. Upayanya pengurus pendidikan yakni: mengkonsep, sosialisasi, pengawasan, motivasi dan hukuman atau takziran. Dampak yang didapatkan dari adanya kegiatan sholat sunnah tasbih yaitu; santri menjadi lebih dekat dengan Allah SWT dan melaksanakan ajaran sunnah Rasulullah SAW, Kemudian menjadikan santri lebih istiqomah dalam melaksanakan sholat sunnah tasbih dan sholat sunnah lainnya dalam kehidupan sehari-hari, dapat melatih kedisiplinan santri, dapat menumbuhkan nilai kebersamaan santri, santri dapat mempunyai iman yang kuat, santri dapat meningkatkan kualitas ubudiyah.
Sitasi
MUTTHOHHAROH , MUTTHOHHAROH . (2024). Studi Living Qur’ān Konstruksi Sosial Dalam Kegiatan Sholat Tasbih Di Pondok Pesantren Al-Amien Ngasinan Kota Kediri. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
MUTTHOHHAROH MUTTHOHHAROH
muthoharohbaee1905@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | MUTTHOHHAROH MUTTHOHHAROH |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 19 |
| Tanggal Publikasi: | 06 Sep 2024 |
| Dibuat: | 06 Sep 2024 07:02 |
| Diupdate: | 08 May 2026 22:19 |