Tradisi Nyadran Di Desa Sonoageng Kabupaten Nganjuk (Studi Living Hadis)
Abstrak
Tradisi nyadran awalnya sebuah bentuk upacara pemujaan roh para leluhur yang dilakukan oleh penganut Hindu-Budha yang lekat dengan ajaran animisme dan dinamisme. Sejak Islam masuk ke Indonesia terkhususnya Pulau Jawa, nyadran telah diakulturasikan dalam bentuk dan makna yang berbeda. Pemujaan kepada roh para leluhur dirubah menjadi wujud ritual yang menunjukkan ekspresi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan bentuk rasa terimakasih seseorang kepada leluhur yang telah mendahuluinya. Nyadran sempat menjadi permasalahan dalam kalangan Islam sendiri. Hal ini disebabkan karena acara ritual tersebut dianggap syirik dan menyimpang dari agama Islam. Sehingga oleh Walisongo diakulturasikan sebagai bentuk toleransi memasukkan ajaran-ajaran Islam didalam prosesinya, namun tidak mengubah tradisi aslinya. Yang mana didalam tradisi nyadran bisa dikatakan sebagai bagian dari menghidupkan hadis Nabi Saw. Fokus penelitian ini mengkaji tentang prosesi tradisi nyadran di Desa Sonoageng Kabupaten Nganjuk dan bentuk akulturasi tradisi nyadran dalam kajian living hadis.
Sitasi
Cahyani , Rizqi Dwi . (2024). Tradisi Nyadran Di Desa Sonoageng Kabupaten Nganjuk (Studi Living Hadis). IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Rizqi Dwi Cahyani
rizqydwi481@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Rizqi Dwi Cahyani |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 16 |
| Tanggal Publikasi: | 12 Sep 2024 |
| Dibuat: | 12 Sep 2024 08:02 |
| Diupdate: | 08 May 2026 22:16 |