Self Love Pada Korban Ghosting (Studi Kasus Pada Dewasa Awal Di Perumahan Pondok Indah Tunggorono Jombang)
Abstrak
Janna, Miftakul. 2024. Self Love Pada Korban Ghosting (Studi Kasus Pada Dewasa Awal di Perumahan Pondok Indah Tunggorono Jombang). Skripsi, Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Kediri. Pembimbing: (1) Luthfi Atmasari, M.Psi, Psikolog dan (2) A Hasan Saleh, M.PI. Kata Kunci : Self Love, Korban Ghosting, Dewasa Awal Secara umum, self love ialah sikap positif terhadap diri sendiri yang mana melibatkan penerimaan, penghargaan, dan perawatan diri. Dalam artian individu mampu menghargai diri, serta mampu melakukan tindakan yang mendukung kesejahteraan fisik, mental, dan emosional. Para psikologis menegaskan bahwasannya kunci dari kesehatan mental ialah mencintai diri dan berkasih sayang karena hal tersebut mampu memberikan kesejahteraan. Penelitian ini berisi tentang Self Love Pada Korban Ghosting (Studi Kasus Pada Dewasa Awal di Perumahan Pondok Indah Tunggorono). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran dan peran self love pada korban ghosting yang kemudian peneliti mengaitkan dengan beberapa aspek-aspek self love seperti: (1) Self-Cherishing, (2) Self-Acceptance, (3) Self-Persistance, (4) Self Responsibility, dan (5) Self Restraint. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Responden dalam penelitian ini berjumlah 3 orang laki-laki dan 3 orang perempuan dewasa awal yang pernah menjadi korban ghosting. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik yakni hasil data yang diperoleh dari wawancara dapat diverifikasi melalui observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan metode reduksi data atau membuat rangkuman. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: Self love yang digambarkan informan AF dan PC memiliki pandangan yang sama yaitu cermin untuk berjalan agar mampu memulihkan diri, dan membangun kepercayaan bahwa diri mereka penting. Self love pada informan RS ialah upaya untuk memprioritaskan ketentraman dan kebahagiaan pribadi agar tercipta pikiran yang positif. Self love pada informan RD ialah proses yang kompleks pasca menjadi korban ghosting. Self love pada informan MR dan RDR memiliki ungkapan yang sama yaitu suatu proses atau perjalanan yang membutuhkan kesabaran dan komitmen untuk mencintai diri, dan merawat diri. Peran Self-Cherishing: menghargai dan merawat diri seperti informan berolahraga secara rutin, memperhatikan pola makan, dan rutin melakukan perawatan diri. Self-Acceptance: membuat diri menjadi lebih baik seperti informan mampu menerima kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Self-Persistance: memiliki batasan seperti informan meluangkan waktu untuk diri sendiri, dan tidak berharap lebih terhadap seseorang. Self-Responsibility: memahami baik dan buruk seperti informan memperhatikan kebahagiaan diri, dan menjaga perasaan diri agar tetap berpikir positif. Self-Restraint: mengelola tubuh dan emosi seperti informan mengikuti olahraga dengan tujuan agar menenangkan pikiran.
Sitasi
Janna , Miftakul . (2024). Self Love Pada Korban Ghosting (Studi Kasus Pada Dewasa Awal Di Perumahan Pondok Indah Tunggorono Jombang). IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Miftakul Janna
miftakhuljannahmj02@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Miftakul Janna |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 19 |
| Tanggal Publikasi: | 24 Sep 2024 |
| Dibuat: | 24 Sep 2024 07:24 |
| Diupdate: | 08 May 2026 22:09 |