Analisis Semiotika Tradisi Pendem Tumbal pada Perayaan Suran di Desa Bobang Kecamatan Semen Kabupaten Kediri

Published ID 171 views 167 downloads
Abstrak

BINTI KHOIRIYAH, Dosen Pembimbing DR. MOCH. MUWAFFIQILLAH, M.FIL.I., DAN FAIRIZAL RAHMAN, M.I.KOM., Analisis Semiotika Tradisi Pendem Tumbal pada Perayaan Suran di Desa Bobang Kecamatan Semen Kabupaten Kediri, Skripsi, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Kediri, 2024. Kata Kunci: Semiotika, Tradisi, Tumbal, Suran Tradisi pendem tumbal pada perayaan suroan ini merupakan bagian dari warisan budaya local di daerah Jawa sehingga memahami selama perayaan tersebut dapat membantu melestarikan dan menghormati warisan budaya leluhur. Kedua, dalam era globalisasi tradisi-tradisi lokal sering kali terancam oleh perubahan budaya dan pengaruh luar. Maka dari itu penelitian ini dapat membantu pelestarian tradisi tersebut agar tidak semakin terancam oleh peralihan zaman. Ketiga, terdapat potensi pariwisata budaya karena memiliki keunikan tersendiri untuk menjadi daya tarik pariwisata budaya. Keempat, pemahaman lebih mendalam tentang makna, simbolisme, dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi suroan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap makna prosesi pendem tumbal pada perayaan suran dan supaya masyarakat Desa Bobang sendiri juga tahu dan paham tentang tradisi unik yang dimiliki. Dengan melakukan pendekatan kualitatif, yaitu dengan memperoleh sumber data dari salah satu perangkat Desa Bobang dan sesepuh Desa Bobang, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data dengan menggunakan metode berupa opbservasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana masyarakat menggunakan tanda dan simbol berupa tradisi pendem tumbal yang menggunakan Kambing Kendit kemudian ditanam pada 5 titik dan dilengkapi seperangkat sajen serta ditutup dengan ritual makam Mbah Juwok pada perayaan suran di Desa Bobang Kecamatan Semen Kabupaten Kediri untuk menyampaikan pesan makna tersebut. Selain itu juga sebagai bentuk komunikasi non-verbal anratara masyarakat dan kekuatan transenden, yang menyampaikan niat para warga Desa Bobang untuk menolak bencana dan menciptakan ketentraman. Implikai dalam penelitian tersebut adalah memungkinkan masyarakat setempat untuk memahami makna simbol dan ritual dalam tradisi mereka dengan lebih mendalam. Dengan pengetahuan ini, masyarakat Desa Bobang dapat lebih menghargai dan melestarikan warisan budaya mereka serta memahami pentingnya simbol-simbol dalam komunikasi.

Kata Kunci
Daftar Author

Belum ada author yang ditambahkan.

Informasi Jurnal
Author Utama:
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 18
Tanggal Publikasi: 07 Oct 2024
Dibuat: 07 Oct 2024 02:13
Diupdate: 08 May 2026 22:02