TRADISI PEMBACAAN SURAT YĀ SĪN (Kajian Living Qur’an di Pesantren Mahasiswa al-Husain Kota Kediri)

Published ID 88 views 156 downloads
Abstrak

Sa’idah, Malichatus, 2024. Dosen Pembimbing H. Zainal Muttaqin, S.Th.I, MA dan Ibu Yuliana Desi Rahmawati, M.Ag. TRADISI PEMBACAAN SURAT YĀ SĪN (Kajian Living Qur’an di Pesantren Mahasiswa al-Husain Kota Kediri), Skripsi, Program Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri. Kata Kunci : Tradisi, Yā sīn, Living Qur’ān. Masyarakat sering menjadikan al-Qur’an sebagai solusi atas segala persoalan, khususnya umat muslim. Beberapa surat al-Qur’an yang cenderung dikagumi yakni adalah Surat Yā sīn. Surat Yā sīn adalah surat ke-36, yang terdiri dari 83 ayat, dan tergolong Surat Makkiyah. Penelitian ini mempunyai dua fokus penelitian yaitu: 1) Bagaimana Tradisi pembacaan Surat Yā sīn di Pesantren Mahasiswa al-Husain Kota Kediri? 2) Bagaimana pemaknaan santri terhadap Tradisi pembacaan Surat Yā sīn di Pesantren Mahasiswa al-Husain Kota Kediri? Tujuan penelitian dalam skripsi ini ada dua (2) yaitu: 1) Menjelaskan proses pembacaan Surat Yā sīn di Pesantren mahasiswa al-Husain Kota Kediri, 2) Menjelaskan pemaknaan santri terhadap Tradisi pembacaan Yā sīn di Pesantren mahasiswa al-Husain Kota Kediri. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan etnografi, sedangkan kalau dilihat dari pengumpulan datanya, penelitian ini tergolong penelitian lapangan dengan menggunakan metode wawancara. Teknik pengumpulan data didapatkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan keabsahan data akan diperkuat dengan melakukan ketekunan observasi dan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian yang sebelumnya telah dilakukan oleh peneliti, dapat disimpulkan bahwa yang melatarbelakangi Tradisi Pembacaan Surat Yā sīn (Kajian Living Qur’an di Pesantren Mahasiswa al-Husain Kota Kediri) adalah pengasuh ingin melanjutkan amalan beliau ketika mondok di Jombang, juga berharap para santri selalu dekat dengan al-Qur’an, kemudian tahap pembacaan surat Yā sīn di pesma al-Husain dilaksanakan setiap hari setelah selesai jama’ah subuh. Pembacaan surat Yā sīn di pesma al-Husain dibagi menjadi tiga yakni: persiapan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan peneliti menemukan dua poin, yakni: (1)Tradisi pembacaan surat Yasin yang diawali dengan tawasul, membaca Yasin, tadarus al-Qur’an, setoran hafalan juz amma dan surat penting, kemudian di akhiri dengan do’a. (2) makna tradisi pembacaan surat Yasin mengenai makna yang terkandung dalam tradisi pembacaan Yasin. Makna yang dimaksut meliputi tiga makna yakni makna objektif, makna ekspresif, dan makna dokumenter. Sebagai makna objektifnya yakni melatih kedisiplinan, memperkuat keimanan, dan melatih keyakinan. Makna ekspresifnya, menurut pengasuh menumbuhkan rasa cinta terhadap al-Qur’an, menurut pengurus sebagai wasilah santri mendekatkan diri pada allah. Sedangkan menurut santri sebagai wasilah mencari keberkahan. Makna dokumenternya yakni tradisi yang menjadi sebuah kebiasaan yang menjadi rutinitas sehingga kegiatan tersebut mendarah daging dalam jiwa para santri.

Sitasi

SA’IDAH , MALICHATUS .   (2024). TRADISI PEMBACAAN SURAT YĀ SĪN (Kajian Living Qur’an di Pesantren Mahasiswa al-Husain Kota Kediri). IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
MALICHATUS SA’IDAH

malichatussaidah08@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: MALICHATUS SA’IDAH
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 22
Tanggal Publikasi: 17 Oct 2024
Dibuat: 17 Oct 2024 03:42
Diupdate: 08 May 2026 21:57