Efektivitas Model Pembelajaran Discovery Learning Berbasis Etnomatematika Permainan Tradisional Cublak-Cublak Suweng Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa XII SMK Negeri 1 Ngasem Kediri

Published ID 117 views 100 downloads
Abstrak

Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh para peneliti, penelitian ini penting dilakukan karena belum ada penelitian tentang model pembelajaran discovery learning berbasis etnomatematika permainan tradisional cublak-cublak suweng terhadap kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran yang diterapkan pada siswa kelas XII SMK Negeri 1 Ngasem Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian gabungan dengan desain explanatory sequential. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII SMK Negeri 1 Ngasem yang terdiri dari 7 jurusan keahlian. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Terpilih kelas XII TB 2 sebagai kelas kontrol dan kelas XII TB 3 sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian untuk mengukur kemampuan berpikir kritis berupa lembar soal kemampuan berpikir kritis dan pedoman wawancara. Soal yang digunakan memuat indikator kemampuan berpikir kritis yang telah dianalisis dari berbagai pendapat oleh peneliti dengan soal yang menggunakan konteks permainan cublak-cublak suweng. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Analisis inferensial digunakan untuk mneguji hipotesis penelitian, menggunakan uji Mann-Whitney untuk mengetahui rata-rata perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Sedangkan, analisis data menggunakan one sample t-test untuk mengetahui efektivitas model pembelaran discovery learning dan discovery learning berbasis etnomatematika terhadap kemampuan berpikir kritis. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa nilai taraf signifikasi uji kurang dari 0.05 (0.000< 0.05), artinya terdapat perbedaan rata-rata kemampuan berpikir kritis antara siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil one sample t-test mendapatkan nilai signifikansi kurang dari 0.05 (0.000<0.05) untuk keduanya, kelas kontrol dan eksperimen. Artinya kedua model pembelajaran yang diterapkan sama-sama efektif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Namun, model discovery learning etnomatematika lebih efektif daripada model discovery learning biasa. Kendala yang dialami oleh kelas kontrol terdapat pada indikator dasar pengambilan keputusan, klarifikasi lanjutan, dan kesimpulan. Sedangkan pada kelas eksperimen kendala terdapat pada indikator klarifikasi dasar dan klarifikasi lanjutan. Hasil penelitian ini dapat dikembangkan dengan menggabungkan model pembelajaran lainnya yang bernuansa etnomatematika. Hal ini memungkinkan siswa memahami matematika dalam konteks budaya lokal, sehingga dapat memperkaya pemahaman siswa serta dapat melestarikan dan menghargai budaya lokal nusantara.

Kata Kunci
Daftar Author

Belum ada author yang ditambahkan.

Informasi Jurnal
Author Utama:
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 36
Tanggal Publikasi: 22 Oct 2024
Dibuat: 22 Oct 2024 07:01
Diupdate: 08 May 2026 21:55