MAKNA SIMBOLIK TRADISI MEGENGAN UNTUK MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN (STUDI LIVING HADIS DI DESA KALIGERMAN KECAMATAN KARANGGENENG KABUPATEN LAMONGAN)

Published ID 93 views 119 downloads
Abstrak

Tradisi megengan adalah sebuah tradisi turun temurun yang berkembang dimasyarakat. Tradisi megengan yang memiliki landasan hadis Nabi Muhammad saw tidak dapat dikatakan hanya sebagai kegiatan sosial biasa namun juga memiliki dimensi spiritual yang tinggi. Fenomena inilah yang memicu penulis untuk meneliti, bagaimana praktik megengan di Desa Kaligerman Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan dan bagaimana living hadis tradisi megengan di Desa Kaligerman Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan perspektif interaksionisme simbolik. Sehingga setelah mengetahui praktik hadis dan makna simbol-simbol pada tradisi megengan para masyarakat lebih menghargai dan tetap melestarikan tradisi tersebut di tengah perkembangan zaman saat ini. Adapun jenis penulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ethnographic research. Sumber data diperoleh melalui buku, jurnal, dan dokumentasi desa. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Landasan teori menggunakan resepsi living hadis untuk menelusuri gejala hadis yang terdapat pada tradisi ini dan diperkuat dengan teori sosial yaitu teori interaksionisme simbolik untuk menelusuri simbol-simbol yang digunakan oleh masyarakat pada saat tradisi megengan berlangsung. Hadis ditemukan dalam bentuk bahasa masyarakat setempat kemudian dilakukan penelusuran keberadaan Hadis pada kitab aslinya, mengetahui kualitasnya, dan jejak histori pada zaman Salafu Al-Ṣāliḥīn. Tradisi megengan di Desa Kaligerman dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadhan pada malam ganjil terakhir Bulan Sya’ban, akhir Bulan Ramadhan, dan ditutup dengan kupatan. Prosesi ini melibatkan selametan di malam ganjil akhir Bulan Sya’ban, Bulan Ramadhan, dan pada saat kupatan. Sebelum tradisi megengan dimulai, modin Desa mengumumkan di masjid terkait dimulainya megengan. Setiap kelompok menyepakati waktu untuk selametan atau kondangan dan menyiapkan berkatan berisi beras, gula, minyak, kue apem, mi instan, dan ambeng berupa nasi dan lauk pauk. Kue apem menjadi ciri khas tradisi ini. Masyarakat mendatangi rumah kelompok secara bergiliran untuk kirim doa dan memohon maaf antar sesama yang disimbolkan dengan kue apem. Tradisi ini mengandung simbol-simbol penting dalam interaksi sosial dan memperkuat nilai-nilai kehidupan bersama dalam masyarakat Desa Kaligerman.

Sitasi

Jannah , Aliifatur Roudhotul .   (2024). MAKNA SIMBOLIK TRADISI MEGENGAN UNTUK MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN (STUDI LIVING HADIS DI DESA KALIGERMAN KECAMATAN KARANGGENENG KABUPATEN LAMONGAN). IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
Aliifatur Roudhotul Jannah

alifjannah620@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: Aliifatur Roudhotul Jannah
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 16
Tanggal Publikasi: 02 Dec 2024
Dibuat: 02 Dec 2024 06:26
Diupdate: 08 May 2026 21:43