DINAMIKA PSIKOLOGIS SELF-INJURY PADA REMAJA YANG MENGALAMI PUTUS CINTA (STUDI FENOMENOLOGI DI KOTA KEDIRI)
Abstrak
FITRIANI ALVIRRAHMAH, Dosen Pembimbing Dr. H. Ahmad Subakir, M.Ag. dan Sunarno, MA. Dinamika psikologis Self-Injury pada remaja yang mengalami putus cinta (studi kasus fenomonelogi di Kota Kediri), Skripsi, Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Kediri. 2024. Kata Kunci: Dinamika psikologis, Self-Injury, Remaja Menjalinnhubunganndengan lawan jenis atau pacaran merupakan fenomena yang wajar oleh kalangan remaja zaman sekarang. Pacaran atauamenjalin hubungan romantis menurut Santrock sudah terbentukapada tahun 1920an, dimanansaat itu fungsi utama pacaran adalah untuk memilihndan memiliki seorang untuk menjadi pasangan, tetapiaremajaazaman sekarang merasa sudah memiliki pasangan yang seutuhnya, yangaakhirnya berakibat menjadi hal yang tidak baik lagi saat remaja tersebut putus cinta. Putusncinta merupakan kejadian dimana berakhirnya suatu hubungan cinta kasih yang telah dijalin dengan sepasang pasangan. Remaja yang pernah mengalami putus cinta, mereka melakukan cara yang berbeda-beda dalam meluapkan perasaan emosinya saataputusacinta. Salah satunya dengan melakukan perilaku Self-Injury. SelfaInjury adalah bentuk perilaku yang sengaja dilakukan untuk mengatasi rasa sakit secara emosional dengan cara melukai dirinya sendiri dengan tanpa adanya tujuanabunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiadinamika psikologis Self-injury padaaremajaayang mengalami putusacinta, adapun metode yang digunakan dalam peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini ada tiga, subjek RD, subek FR, dan subjek NF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika psikologis Self-Injury pada remaja yang mengalami putus cinta terdapat pada proses aspek kognitif tidak mampu berfikir lebih baik ketika mengalami putus cinta, tidak sadar, tidak bisa mengontrol fikirannya pada saat terjadi perilaku Self-Injury. Pada aspek afektif perasaan yang hampir sama juga muncul, sehingga tidak mampu mengontrol emosi, rasa marah, kecewa, stress, kecemasan serta rasa frustasi atas konflik putus cinta yang mereka hadapi. Pada aspek konatif masuk dalam kategori Superficial selfi-mutilation, dengan bentuk memukuli diri sendiri, menyuluti atau membakar kulit, membenturkan sebagian tubuhnya ke tembok, dan menyayat sebagian tubunya. Saran dari peneliti akan lebih baik jika mengetahui strategi yang tepat untuk mengatasi konflik putus cinta. Diperlukan kontrol diri yang baik agar terhindah dari perilaku Self-Injury, dikarenakan lebih banyak mudharatnya ketimbang hal yang baik dari perbuatan Self-Injury tersebut.
Sitasi
FITRIANI , ALVIRRAHMAH . (2024). DINAMIKA PSIKOLOGIS SELF-INJURY PADA REMAJA YANG MENGALAMI PUTUS CINTA (STUDI FENOMENOLOGI DI KOTA KEDIRI). IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
ALVIRRAHMAH FITRIANI
alvirrahmah123@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | ALVIRRAHMAH FITRIANI |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 21 |
| Tanggal Publikasi: | 02 Dec 2024 |
| Dibuat: | 02 Dec 2024 08:19 |
| Diupdate: | 08 May 2026 21:43 |