Analisis Maqashid Syariah Terhadap Wanprestasi Upah Lembur Pekerja Di PT Bina Artha Ventura Kediri Cabang Plemahan
Abstrak
RAHMAH AULIA. Dosen pembimbing SHEYLA NICHLATUS SOVIA, LC., M.AG dan MUHAMMAD FIKRI ALAN, S.H.,M.H. Analisis Maqashid Syariah Terhadap Wanprestasi Upah Lembur Pekerja Di PT Bina Artha Ventura Kediri Cabang Plemahan, Skripsi, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, IAIN Kediri, 2024. Kata kunci : Maqashid Syariah, Wanprestasi, Upah Lembur Pekerja Wanprestasi terkait upah mengupah di PT Bina Artha Ventura Cabang Plemahan merupakan sebuah ketidakpatuhan perusahaan dalam perikatan yang timbul berdasarkan Undang-Undang atau perusahaan tidak menjalankan kewajibannya yaitu memberikan upah kepada pekerja. Dalam pelaksanaan upah lembur di PT Bina Artha Ventura Cabang Plemahan tidak dibayarkan mulai saat setelah adanya Covid-19. Pekerja PT Bina Artha Ventura Cabang Plemahan menjalani lembur karena belum memenuhi atau belum mencapai target yang telah ditentukan, pekerja yang sudah memenuhi target diberikan tugas tambahan diluar jam kerja dan pekerja disuruh masuk pada hari sabtu yang seharusnya libur untuk mengejar target perusahaan Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilakukan secara langsung kepada para pekerja dengan pendekatan Yuridis Sosiologis. Sedangkan teknis pengumpulan datanya didapatkan dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teliti, dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, kemudian dijelaskan dalam bentuk kata-kata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upah tersebut tidak dibayarkan oleh PT Bina Artha Ventura Cabang Plemahan dengan ada beberapa faktor penyebab yaitu pekerja belum mencapai target atau belum memenuhi target yang sudah ditentukan oleh perusahaan, menutupi kekurangan target perusahaan, dan adanya penurunan pembayaran tagihan nasabah. Pendapat Asy-Syatibi, Maqashid syariah terdapat tiga tingkatan yaitu dharuriyat, hajiyat, dan tahsiniyat. Dengan faktor penyebab upah lembur tidak dibayarkan melukai tingkatan dharuriyah karena upah termasuk kebutuhan primer. Selain itu dalam tingkatan dharuriyah mempunyai 5 unsur pokok yaitu menjaga agama (hifz din), menjaga jiwa (hifz nafs), menjaga keturunan (hifz an-nasab), menjaga akal (hifz al-aql), menjaga harta (hifz mal). Upah lembur yang tidak dibayarkan melukai unsur menjaga harta (hifz mal) dan menjaga akal (hifz al-aql). Dengan upah lembur yang tidak dibayarkan, PT Bina Artha Ventura Cabang Plemahan melakukan penyimpangan dari perikatan yaitu perikatan yang berdasarkan karena Undang-Undang yang bisa dikatakan wanprestasi. Tindakan wanprestasi juga melukai tujuan dari maqashid syariah yaitu mewujudkan kemaslahan dunia dan akhirat, kebaikan dan kesejahteraan umat manusia.
Sitasi
Rahmah , Aulia . (2024). Analisis Maqashid Syariah Terhadap Wanprestasi Upah Lembur Pekerja Di PT Bina Artha Ventura Kediri Cabang Plemahan. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Aulia Rahmah
aulrhmaa03@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Aulia Rahmah |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 21 |
| Tanggal Publikasi: | 30 Dec 2024 |
| Dibuat: | 30 Dec 2024 04:56 |
| Diupdate: | 08 May 2026 21:36 |