Posisi Perempuan Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Dalam Mempertahankan Identitas Etnik Di Desa Krimun Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu
Abstrak
Niamul Fazri, Dosen Pembimbing Dr. M.Qomarul Huda, M. Fil.I dan Adib Fatoni, M.Pd. Posisi Perempuan Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Dalam Mempertahankan Identitas Etnik Di Desa Krimun Kecamatam Losarang Kabupaten Indramayu. Skripsi, Program Studi Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Kediri, 2024. Kata Kunci : Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu, Peran Perempuan, Identitas Etnik Perempuan sering dipandang sebagai penerima pasif pembangunan, seharusnya kedudukan perempuan sejajar dengan pria, namun dalam kenyataan perempuan sering pada posisi yang lebih rendah. Dalam penelitian ini berfokus pada fenomena penting yang ada pada Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu di Desa Krimun, Losarang, Indramayu, di mana terdapat peran perempuan dalam menjaga dan mempertahankan identitas etnik mereka. Seiring berjalannya arus modernisasi dan perubahan sosial, Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu di Desa Krimun, Losarang, Indramayu ini tetap teguh memegang nilai-nilai tradisional dan spiritual yang diwariskan turun-temurun. Perempuan dalam komunitas ini tidak hanya dilihat sebagai anggota keluarga yang menjalankan tugas sehari-hari, tetapi juga sebagai penjaga utama dari identitas budaya mereka Jenis penelitian yang digunakan penulis yaitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi lapangan dan dokumentasi, yang mana metode ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis fenomena pada situasi tertentu dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang berkaitan dengan kelompok etnik Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta melakukan teknik triangulasi sebagai pengecekan keabsahan data. Selain itu, fenomena yang dipaparkan penulis dianalisis menggunakan teori peran Biddle and Thomas, teori identitas etnik dalam pandangan Clifford Geerzt, serta menjelaskan peran perempuan dalam kehidupan Suku Dayak. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: 1) Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu diadopsi sebagai simbol identitas baru yang merefleksikan perjalanan spiritual dan proses penyaringan nilai-nilai hidup dari identitas etnik mereka ; 2) Peran perempuan dalam Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu, diantaranya, a) Perempuan sebagai ibu yang bertanggung jawab atas pengasuhan dan pendidikan anak-anak, b) Perempuan sebagai istri yang memberikan keturunan, sehingga terdapat peran penting dalam kelangsungan kepercayaan. Oleh karena itu, peran yang diambil dari Perempuan Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu ialah dengan menjaga tradisi dan ritualitas, pendidikan dan transfer pengetuan budaya yang mena mereka memegang teguh prinsip “ngawula ning anak rabi”, menjaga kepemimpinan dalam kehidupan sosial dan religius. Dengan demikian posisi perempuan dalam Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu menjadi cerminan dari penghormatan yang mendalam terhadap perempuan baik sebagai individu maupun sebagai penjaga nilai-nilai budaya.
Sitasi
FAZRI , NIAMUL . (2024). Posisi Perempuan Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Dalam Mempertahankan Identitas Etnik Di Desa Krimun Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
NIAMUL FAZRI
niamulfaazri1@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | NIAMUL FAZRI |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 20 |
| Tanggal Publikasi: | 27 Dec 2024 |
| Dibuat: | 27 Dec 2024 06:31 |
| Diupdate: | 08 May 2026 21:37 |