Maḥabbah Dalam Al-Qur’an Dan Relevansinya Terhadap Konsep Moderasi Beragama
Abstrak
Salma, Faizah Munjata, 2024. Maḥabbah dalam Al-Qur’an dan Relevansinya terhadap Konsep Moderasi Beragama, Skripsi, Program Studi Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Kediri. Pembimbing (1) Dr. A. Halil Thahir, M.H.I dan (2) Kholila Mukaromah, S. Th. I, M. Hum Kata Kunci: Maḥabbah, Moderasi Beragama, Al-Qur’an, Toleransi, Pluralisme. Maḥabbah, atau cinta yang mendalam kepada Allah dan sesama manusia, dipandang sebagai elemen kunci dalam mendorong sikap moderat yang konsisten dengan ajaran Islam. Al-Qur’an sebagai kitab suci pedoman umat Islam banyak membahas tentang hal ini. Penelitian ini mengkaji konsep maḥabbah dalam Al-Qur’an sebagai respons terhadap tantangan moderasi beragama di era modern, di mana isu intoleransi, kekerasan atas nama agama, dan perpecahan sosial semakin mengemuka. Konsep ini disinyalir mampu memperkuat rasa cinta terhadap tanah air, menghormati perbedaan, menolak kekerasan, dan mengapresiasi tradisi lokal yang sesuai dengan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman mengenai konsep maḥabbah dalam Al-Qur’an dan menelaah relevansinya dalam penerapan moderasi beragama di masyarakat. Dua pertanyaan utama yang menjadi fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimana penafsiran ayat-ayat maḥabbah? 2) Bagaimana kontekstualisasi sikap maḥabbah sehingga dapat berkontribusi dalam penguatan moderasi beragama?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptifanalitis. Ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dengan konsep maḥabbah diposisikan sebagai data primer, termasuk QS. Al-Hujurât [49]: 7, QS. Al-Baqarah [2]: 165, QS. Al-Mâidah [5]: 5, dan QS. Ăli ‘Imrân [3]: 31. Kitab tafsir klasik dan kontemporer serta berbagai literatur terkait menjadi sumber data sekunder. Analisis dilakukan dengan metode tematik-kontekstual untuk mengeksplorasi bagaimana konsep maḥabbah dapat diintegrasikan terhadap konsep moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep maḥabbah dalam Al-Qur’an merupakan sebuah pembahasan yang esensial. Sebagai contoh, QS. Al-Baqarah [2]: 165 menekankan pentingnya cinta terhadap sesama manusia, termasuk tanah air. Ayat lain, QS. Al-Mâidah [5]: 5 mengajarkan pentingnya menumbuhkan cinta kepada Allah tanpa mengesampingkan toleransi terhadap perbedaan agama dan keyakinan. Sementara itu, QS. Ăli ‘Imrân [3]: 31 menuntun umat Islam mencintai Allah dengan cara meneladani Nabi Muhammad Saw., termasuk dalam hal memperjuangkan eksistensi agama Islam seperti menjunjung tinggi nilainilai kedamaian dan menghindari kekerasan. Dalam konteks moderasi, konsep maḥabbah memiliki implikasi yang signifikan terhadap praktik keagamaan dan kehidupan sosial. Selain sebagai fondasi akidah, maḥabbah juga merupakan fondasi akhlak. Maḥabbah menjadi landasan utama bagi lahirnya komitmen kebangsaan, toleransi, semangat perdamaian, dan sikap akomodatif terhadap budaya lokal. Dengan demikian, studi tentang maḥabbah tidak hanya relevan bagi kajian keagamaan, tetapi juga memiliki implikasi yang luas bagi kajiankajian sosial, politik, dan budaya.
Sitasi
SALMA , FAIZAH MUNJATA . (2025). Maḥabbah Dalam Al-Qur’an Dan Relevansinya Terhadap Konsep Moderasi Beragama. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
FAIZAH MUNJATA SALMA
faizahmunjatasalma@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | FAIZAH MUNJATA SALMA |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 18 |
| Tanggal Publikasi: | 15 Jan 2025 |
| Dibuat: | 15 Jan 2025 03:46 |
| Diupdate: | 08 May 2026 21:34 |