JODOH DALAM AL-QURAN SURAT AN-NUR AYAT 26 (STUDI TAFSIR AL- ZHAR KARYA BUYA HAMKA)
Abstrak
Pernikahan merupakan suatu rutual dalam Islam yang sangat dianjurkan bagi setiap umat muslim yang hendak membangun rumah tangga, karena dengan menikah maka semua yang berbeda menjadi sama dan bersama, saling melengkapi setiap kekurangan satu sama lain. Pentingnya pernikahan ini, sehingga al-Qur’an secara tegas menjelaskan secara detail spesifikasi pasangan pria dan Wanita yang akan melangsungkan pernikahan. Salah satu penjelasannya seperti yang terdapat pada Q.S an-Nu>r ayat 26, yang menerangkan setiap dari kita berpasangan maka lelaki yang baik akan bersama dengan wanita yang baik, begitupun sebaliknya. Namun, dalam menjelaskan maksud ayat ini secara detail para ulama berbeda pendapat, sehingga timbul pemahaman tentang ayat ini yang bervariasi dan beragam. Dengan melihat permasalahan tersebut maka dalam tulisan ini peneliti secara detail akan memaparkan penafsiran Q.S an-Nu>r ayat 26 tentang jodoh menurut perspektif Buya Hamka dalam kitab Tafsir al-Azhar. Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode Maudu’i. Metode Maudu’i merupakan salah satu metode penafsiran Al-Qur’an yang dalam kajiannya hanya berfokus pada sebuah tema tertentu. Hal ini bertujuan agar dapat dengan mudah mengungkapkan makna secara seluruh dari penafsiran ayat baik yang tersurat maupun yang tersirat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Penafsiran jodoh menurut Buya Hamka dalam Tafsir al-Azhar Q.S an-Nu>r ayat 26, yaitu bahwa secara umum kata jodoh diartikan sebagai pasangan hidup, orang yang cocok menjadi suami istri. Sedangkan secara istilah islam diartikan sebagai al-zauj yang artinya pasangan laki- laki dan perempuan yang sudah menikah. Adapun Jodoh menurut Buya Hamka adalah sebuah kekotoran yang hanya bagi orang yang kotor. Tuduhan nista adalah perbuatan yang amat kotor hanya akan timbul daripada orang yang kotor pula. Memang orang-orang yang kotorlah yang menimbulkan perbuatan kotor. Adapun perkara-perkara yang baik adalah hasil orang-orang yang baik pula. 2). Terdapat relevansi atau hubungan tafsir Buya Hamka tentang jodoh dengan kehidupan masyarakat, yaitu pertama mempertegas tujuan pernikahan yang meliputi menjalankan perintah Allah, menjalankan sunnah Rasul, melestarikan keturunan, menentramkan hati. Kedua memberikan tuntunan memilih jodoh, memiliki kesamaan, tidak sesama jenis, tidak mahram, bukan pezina wanita yang masih bersuami (istri orang).
Sitasi
Nursanggita , Mega . (2025). JODOH DALAM AL-QURAN SURAT AN-NUR AYAT 26 (STUDI TAFSIR AL- ZHAR KARYA BUYA HAMKA). IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Mega Nursanggita
mgita9595@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Mega Nursanggita |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 18 |
| Tanggal Publikasi: | 22 Jan 2025 |
| Dibuat: | 22 Jan 2025 04:13 |
| Diupdate: | 08 May 2026 21:29 |