PEMAKNAAN MAHASISWI TERHADAP KODE ETIK BERBUSANA (STUDI MAHASISWI FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH IAIN KEDIRI)

Published ID 151 views 61 downloads
Abstrak

Kode etik berbusana merupakan sebuah hal yang penting untuk dipahami dan juga dimaknai serta diaplikasikan pada lingkungan tertentu seperti di lingkungan pendidikan. Namun, kenyataannya di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri, kode etik berbusana tidak dimaknai dan dipahami secara baik yang menimbulkan keresahan sosial. Hal ini juga disebabkan informasi detail mengenai kode etik berbusana tidak disampaikan dengan baik juga dari pihak kampus itu sendiri. Berdasarkan kenyataan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk memahami fenomena berbusana pada mahasiswi di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri serta mendeskripsikan pemaknaan mahasiswi terhadap kode etik berbusana bagi mahasiswi di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri. Teori yang digunakan adalah teori pemaknaan dari tokoh Stuart Hall mengenai proses encoding dan decoding serta teori dari Adelbert Amer, Jr. yang mengemukakan bahwa terdapat lima unsur yang memengaruhi munculnya sebuah pemaknaan atau persepsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan datanya berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdapat sepuluh orang yang berasal dari setiap program studi di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri. Teknik analisis data adalah dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang disampaikan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena berbusana mahasiswi di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu stylish, low profile, dan kurang sopan. Fenomena tersebut menunjukan banyaknya mahasiswi yang tidak menaati kode etik berbusana. Mereka tidak memahami dan memaknai aturan berbusana itu secara detail, sehingga mereka mengabaikan model-model busana yang seharusnya dipakai di dalam kampus. Ketidakpatuhan mahasiswi ini muncul karena faktor-faktor yang ada, seperti kurangnya sosialisasi kode etik berbusana dan kurangnya perhatian dari pihak dosen tentang pemahaman kode etik berbusana. Adapun pemaknaan mahasiswi terhadap kode etik berbusana di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri terdapat empat kategori, yaitu dimaknai sebagai ketaatan beragama, kepatuhan terhadap aturan pada perguruan tinggi/instansi, menunjukan derajat status sosial, dan menonjolkan sisi budaya yang sudah terbangun. Dari sepuluh informan yang telah diwawancarai, menunjukan terdapat tiga mahasiswi yang memaknai kode etik berbusana sebagai ketaatan beragama, satu mahasiswa yang memaknai kode etik berbusana sebagai ajang menunjukan derajat status sosial, empat mahasiswi yang memaknai kode etik berbusana sebagai kepatuhan terhadap aturan pada perguruan tinggi/instansi dan dua mahasiswi yang memaknai kode etik berbusana sebagai penonjolan sisi budaya yang sudah terbangun.

Sitasi

Putra , Ahmad Rizki Satria .   (2025). PEMAKNAAN MAHASISWI TERHADAP KODE ETIK BERBUSANA (STUDI MAHASISWI FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH IAIN KEDIRI). IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
Ahmad Rizki Satria Putra

r2708112@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: Ahmad Rizki Satria Putra
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 20
Tanggal Publikasi: 14 May 2025
Dibuat: 14 May 2025 02:13
Diupdate: 08 May 2026 21:06