Analisis Prinsip Keadilan Dan Keseimbangan Dalam Islam Terhadap Penerapan Klausul Baku Perdagangan Pakaian (Studi Kasus Di Ruko Benteng Pancasila Kecamatan Magersari Kota Mojokerto)

Published ID 188 views 113 downloads
Abstrak

Fadhilah Nisa’. Dosen Pembimbing: Mochammad Agus Rachmatulloh, MH dan Alwi Musa Muzaiyin, SEI, M, Sy. Analisis Prinsip Keadilan dan Keseimbangan Dalam Islam Terhadap Penerapan Klausul Baku Perdagangan Pakaian (Studi Kasus di Ruko Benteng Pancasila Kecamatan Magersari Kota Mojokerto). Skripsi. Program Studi Hukum Ekonomi Syariah. Fakultas Syariah. IAIN Kediri. 2025. Kata kunci: Prinsip Keadilan, Keseimbangan, Hukum Islam, Klausul Baku, Perdagangan Pakaian Penerapan klausul baku pada perdagangan pakaian di Ruko Banteng Pancasila Kecamatan Magersari Kota Mojokerto merupakan suata hal yang perlu dianalisis dengan prinsip keadilan dan keseimbangan dalam Islam. Dengan munculnya perselisihan yang terkadang sering terjadi di antara konsumen dan juga pelaku usaha karena konsumen yang kurang tahu menahu terkait pelaku usaha yang sudah menerapkan klausul baku atau pelaku usaha yang terlalu banyak mencantumkan klausul baku sehingga dirasa memberatkan bagi konsumen. Pada transaksi jual beli ini konsumen juga banyak yang komplain dan ingin melakukan negosiasi pada pelaku usaha untuk membuat kesepakatan mengenai tawar menawar harga atau meminta kesepatan jika nanti barang yang dibeli tidak cocok bisa ditukar dengan barang yang lain atau uang. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik mengumpulkan datadatanya melalui wawancara, observasi dan juga dokumentasi. Analisis datanya dianalisis dengan teliti, lalu mereduksi data, menyajikan datanya sampai akhirnya dapat menarik kesimpulan yang mana itu dijelaskan dalam bentuk yang tersusun kata-kata atau berupa narasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan klausul baku terhadap prinsip keadilan dan keseimbangan di Islam dalam praktiknya. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa di Ruko Benteng Pancasila, sebagian besar pedagang menerapkan klausul baku dalam bentuk syarat dan ketentuan pembelian barang, termasuk ketentuan mengenai harga, garansi, dan pengembalian barang. Meskipun klausul baku ini dipahami oleh pedagang sebagai cara untuk menyederhanakan transaksi, beberapa pedagang cenderung membuat ketentuan yang lebih menguntungkan pihak penjual, seperti kebijakan pengembalian barang yang sangat terbatas dan harga yang tidak bisa dinegosiasikan. Dalam hukum Islam, prinsip keadilan dan keseimbangan mengharuskan bahwa setiap transaksi dilakukan dengan cara yang jujur, adil, dan menguntungkan kedua belah pihak tanpa adanya unsur penindasan. Islam melarang praktik yang dapat merugikan salah satu pihak, terutama konsumen. Dalam hal ini, penerapan klausul baku yang hanya menguntungkan pihak penjual dan membatasi hak konsumen untuk mengembalikan barang atau menegosiasikan harga, jelas bertentangan dengan prinsip keadilan dan keseimbangan dalam Islam. Sarannya, dapat melahirkan model klausul baku yang sesuai prinsip syariah, misalnya mencakup transparansi harga, atau kejelasan hak dan kewajiban konsumen-pelaku usaha.

Sitasi

FADHILAH , NISA’ .   (2025). Analisis Prinsip Keadilan Dan Keseimbangan Dalam Islam Terhadap Penerapan Klausul Baku Perdagangan Pakaian (Studi Kasus Di Ruko Benteng Pancasila Kecamatan Magersari Kota Mojokerto). IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
NISA’ FADHILAH

ininisafadhilah@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: NISA’ FADHILAH
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 22
Tanggal Publikasi: 09 May 2025
Dibuat: 09 May 2025 03:47
Diupdate: 08 May 2026 21:07