Strategi komunikasi media sosial GEN-Z dalam meningkatkan eksistensi tari gandrung di kabupaten Banyuwangi (Studi kasus Sanggar Damar ART kabupaten Banyuwangi)

Published ID 80 views 199 downloads
Abstrak

NUR LAILI ZAKIYAH AHMAD, Dosen Pembimbing Tasmin, M.A. dan Fairizal Rahman, M.I.Kom, Strategi Komunikasi Media Sosial Gen-Z dalam Meningkatkan Ekistensi Tari Gandrung di Kabupaten Banyuwangi (Studi Kasus Sanggar Damar ART Kabupaten Banyuwangi), Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Kediri, 2024. Kata Kunci : Starategi Komunikasi Media Sosial, Gen-Z, Eksistensi Tari Gandrung Kesenian tradisional merupakan unsur penting dalam kebudayaan nasional yang mencerminkan identitas suatu daerah, seperti tari Gandrung di Banyuwangi, Jawa Timur, yang menjadi warisan budaya Indonesia. Tari Gandrung, dengan gerak dinamis dan musik khas perpaduan Jawa-Bali, memiliki sejarah sebagai alat komunikasi di masa penjajahan dan kini menjadi ikon budaya Banyuwangi. Meskipun eksistensinya menghadapi tantangan, terutama kurangnya minat Gen-Z terhadap seni tradisional, berbagai upaya seperti pelatihan di sanggar tari, program pemerintah, dan promosi melalui media sosial dilakukan untuk melestarikan tarian ini. Gen-Z diharapkan menjadi pelopor pelestarian budaya lokal, memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan eksistensi tari Gandrung, dan menjaga kebudayaan agar tidak punah, sesuai pepatah Jawa, "Ojo lali soko asalmu ben ora ilang sejatine awakmu," yang mengingatkan untuk tidak melupakan asal-usul demi menjaga jati diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis strategi komunikasi Gen-Z di Kabupaten Banyuwangi dalam mempromosikan Tari Gandrung melalui media sosial sebagai upaya pelestarian budaya lokal di era digital. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, obervasi, dokumentasi mendalam dengan 10 penari dari Sanggar Damar ART yang dipilih berdasarkan pengalaman dan aktivitas mereka dalam memanfaatkan media sosial sebagai alat promosi, sementara data sekunder diperoleh dari jurnal, laporan penelitian, dan dokumen relevan. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi langsung terhadap aktivitas promosi di media sosial, wawancara terstruktur dan semi-terstruktur untuk mengeksplorasi perilaku, motivasi, dan strategi yang digunakan, serta dokumentasi yang mencakup bukti visual dan catatan terkait. Untuk menjamin validitas data, penelitian ini menerapkan metode triangulasi, perpanjangan pengamatan, dan peningkatan ketekunan selama proses analisis. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pertama strategi komunikasi media sosial Gen-Z di Kabupaten Banyuwangi dalam meningkatkan eksistensi Tari Gandrung melibatkan penggunaan platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube untuk mempromosikan tari ini melalui pembuatan konten menarik dan kolaborasi dengan komunitas lokal. Kedua dampak positif dari penggunaan media sosial terhadap popularitas Tari Gandrung terlihat dalam meningkatnya apresiasi masyarakat, terutama generasi muda, meskipun tantangan globalisasi dan budaya pop mengancam kelestarian seni tradisional. Ketiga faktor keberhasilan meliputi pendekatan kreatif, edukasi digital, dan integrasi dengan event besar seperti Gandrung Sewu, yang memperkuat identitas budaya dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya lokal.

Sitasi

Ahmad , Nur Laili Zakiyah .   (2025). Strategi komunikasi media sosial GEN-Z dalam meningkatkan eksistensi tari gandrung di kabupaten Banyuwangi (Studi kasus Sanggar Damar ART kabupaten Banyuwangi). IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
Nur Laili Zakiyah Ahmad

nonalaily67@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: Nur Laili Zakiyah Ahmad
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 21
Tanggal Publikasi: 28 May 2025
Dibuat: 28 May 2025 07:01
Diupdate: 08 May 2026 21:02