Konstruksi Identitas Melalui Gaya Berpakaian Di Kalangan Mahasiswi Fakultas Ushuluddin Dan Dakwah Iain Kediri
Abstrak
Skripsi ini merupakan hasil penelitian yang menggambarkan tentang Konstruksi Identitas Melalui Gaya Berpakaian Di Kalangan Mahasiswi Fakultas Ushuluddin Dan Dakwah Iain Kediri. Penelitian ini didasari oleh adanya fenomena gaya berpakaian mahasiswi yang tidak sesuai dengan kode etik IAIN Kediri yang terjadi dikarenakan perkembangan jaman, pengaruh lingkungan, serta untuk mengekspresikan identitas diri. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana gaya berpakaian yang tidak sesuai dengan kode etik IAIN Kediri. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemahaman terkait konstruksi identitas di kalangan mahasiswi yang tidak berpakaian sesuai kode etik di IAIN Kediri Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang mana peneliti memperoleh sumber data dari para mahasiswi fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri. Dilanjutkan dengan pengumpulan data menggunakan metode berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger sebagai pisau analisis konstruksi identitas mahasisiwi yang berpakaian tidak sesuai kode etik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model berpakaian mahasiswi yang tidak sesuai dengan kode etik yaitu memakai cadar, kaos, cardigan atau outwear terbuka, sweater atau hoodie, dan pakaian ketat seperti jeans. Konstruksi identitas mahasiswi yang berpakaian tidak sesuai kode etik di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri dipengaruhi oleh faktor sosial. Gaya berpakaian yang mereka pilih mencerminkan upaya untuk mengekspresikan identitas diri, yang dipengaruhi oleh media sosial, tren mode yang tersebar melalui platform seperti Instagram atau TikTok mendorong mahasiswi untuk memilih gaya berpakaian yang dianggap "kekinian" meskipun tidak sesuai dengan aturan kampus. Eksternalisasi terjadi ketika mahasiswi mengekspresikan diri mereka melalui pilihan pakaian yang dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya, teman sebaya, menjadi salah satu faktor dominan, mahasiswi cenderung menyesuaikan gaya berpakaian mereka dengan norma yang berlaku di kelompok teman atau komunitas mereka. Proses obyektivasi memungkinkan gaya berpakaian tersebut diakui oleh masyarakat kampus sebagai bagian dari realitas sosial yang diterima. Akhirnya, internalisasi menunjukkan bagaimana pilihan pakaian menjadi bagian integral dari identitas diri mahasiswi, di mana gaya berpakaian yang mereka pilih mencerminkan siapa mereka, baik dalam konteks sosial maupun personal. Dan reaksi terhadap aturan kampus yang dianggap kaku, menganggap kode etik kampus terlalu formal atau tidak relevan dengan gaya hidup mahasiswa saat ini, sehingga mereka cenderung mengabaikannya.
Kata Kunci
Daftar Author
Belum ada author yang ditambahkan.
Informasi Jurnal
| Author Utama: | |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 19 |
| Tanggal Publikasi: | 11 Jun 2025 |
| Dibuat: | 11 Jun 2025 04:24 |
| Diupdate: | 15 May 2026 16:49 |