Tradisi Sawer Religius Dalam Pernikahan Di Kampung Babakan (Studi Living Hadis).

Published ID 143 views 177 downloads
Abstrak

Tradisi sawer merupakan salah satu rangkaian adat yang turun-temurun diwariskan leluhur masyarakat adat sunda dalam mengekspresikan syukur. Sawer dilakukan pada pengalaman yang mungkin hanya sekali seumur hidup, seperti: ketika anaknya khitan, ketika istrinya mengandung, ketika anaknya menikah, bahkan ketika memiliki barang-barang baru. Praktek sawer adat sunda berbeda dengan yang sering terjadi pada masyarakat jawa, yang mana sawer pada masyarakat jawa identik dengan memberikan upah pada biduan yang mengeksploitasi tubuhnya. Terkhusus pada tradisi sawer yang terjadi dalam pernikahan di kampung Babakan mengalami beberapa modifikasi dari sawer otentik. Sawer yang umumnya terjadi seakan hanya tradisi turun-temurun dimodifikasi dengan adanya penambahan nilai-nilai agama, sehingga penulis memberikan pelabelan religius pada tradisi sawer yang terjadi di kampung Babakan. Fokus penelitian ini mengkaji tentang praktek sawer di kampung Babakan, makna sawer bagi masyarakat, dan living hadis tradisi sawer. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan atau field research. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Dalam pendekatan fenomeologi ini peneliti akan menggunakan teori tindakan sosial yang digagas oleh Max Weber, serta menelaah objek penelitian dengan menggunakan pendekatan ilmu living hadis. Lokasi objek penelitian berada di Kampung Babakan Kelurahan Sukabakti Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif analitis. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi kepada juru sawer, tokoh agama, serta masyarakat desa Sukabakti dan didukung dengan referensi yang setema. Penulis menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan juru sawer, tokoh agama, dan masyarakat setempat di Kampung Babakan. Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan, pertama prosesi sawer dilakukan setelah adanya prosesi akad nikah antara dua mempelai. Sawer dipimpin oleh juru sawer yang akan menyapunkan bahan-bahan sawer diantaranya: beras; koneng (kunyit); uang koin, kedua sawer dimaknai berbeda-beda sesuai dengan individunya sebagai apa dia dalam tradisi sawer tersebut. juru sawer memaknai sawer sebagai warisan turun temurun. Pemilik hajat memaknai sawer sebagai ungkapan syukur. masyarakat yang mengikuti sawer memaknainya dengan bentuk kemeriahan suatu acara serta sebagai petuah yang diungkapkan dalam kidungnya, ketiga tradisi sawer merupakan bentuk living hadis. yang mana berlandaskan pada prosesinya yang berangkat dari hadis nabi tentang barang siapa yang tidak bersyukur pada manusia maka dia tidak bersyukur pada allah.

Kata Kunci
Daftar Author

Belum ada author yang ditambahkan.

Informasi Jurnal
Author Utama:
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 20
Tanggal Publikasi: 20 Jun 2025
Dibuat: 20 Jun 2025 06:36
Diupdate: 15 May 2026 16:49